Tangerang Segera Bangun Flyover, Dukung Akses Stasiun dan Kawasan TOD di Cisauk.

Pemerintah Kabupaten Tangerang akan membangun jembatan layang (flyover) di Jalan Raya Cisauk pada tahun 2020. Jembatan layang ini juga untuk mendukung optimalisasi stasiun KRL Cisauk dan kawasan Transit Oriented Development (TOD).

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang Slamet Budi mengatakan flyover sepanjang 600 meter dengan luas 12 meter dibangun di atas perlintasan rel kereta api.

"Target kami jembatan layang ini dibangun tahun 2020 dan selesai 2021," ujar Slamet kepada Tempo, Rabu 20 Februari 2019.

Budi mengatakan flyover akan dibangun dari lampu merah Cisauk hingga melewati perlintasan kereta Cisauk. Anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan jembatan layang ini diperkirakan mencapai Rp 175 miliar.

"Untuk pendanaan kami sedang koordinasikan dengan pemerintah pusat dan Provinsi Banten," kata Slamet Budi.

Berdasarkan hasil studi kelayakan (feasibility study) yang dilakukan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Tangerang, pembangunan jembatan layang mendesak untuk segera dilakukan dalam mengatasi kemacetan lalu lintas di Cisauk.

"Kemacetannya parah, volume kendaraan sudah diatas ambang batas, flyover bisa mengatasi masalah ini," kata Budi.

Dengan adanya jembatan layang, kata Budi, antrean kendaraan di lampu merah Cisauk akan diatasi. Begitu juga dengan perlintasan kereta api yang selama ini cukup menganggu lalu lintas kendaraan karena setiap 15 menit sekali harus ditutup karena KRL lewat.

"Lintasan kereta yang sangat aktif ini menyumbang faktor kemacetan dan antrean panjang kendaraan di jalan Cisauk," kata Slamet Budi.

Jembatan layang ini, kata Budi, juga akan menjadi salah satu fasilitas pendukung dalam optimalisasi stasiun KRL Cisauk yang dilengkapi dengan kawasan TOD. " Akses ke stasiun dan TOD Tigaraksa akan lancar," kata Budi.

Selain jembatan layang, Pemerintah Kabupaten Tangerang juga akan melebarkan Jalan Raya Cisauk sepanjang 8 kilometer. "Kalau sekarang lebar hanya 6 meter, rencana akan dilebarkan jadi 12 meter," kata Budi.

Hanya saja, Budi belum bisa memastikan kapan pelebaran jalan dilakukan. "Belum bisa dipastikan, kami sedang berhitung untuk pembebasan lahannya dulu,"katanya.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang Bambang Mardi mengakui kondisi jalan Raya Cisauk saat ini tidak sesuai dengan kapasitas kendaraan yang melintas. "Traffic kendaraan tinggi, jalan sempit dan kerap rusak, ini menjadi pemicu kemacetan di Cisauk," kata Bambang.

Menurut Bambang selain pembangunan flyover, pelebaran jalan Raya Cisauk juga mendesak untuk dilakukan. Pembangunan flyover dan pelebaran jalan ini diharapkan bisa  kemacetankarena kepadatan kendaraan dari arah Bogor ke Tangerang.