China State Construction Engineering dan Pt. Hutama Anugrah Propertindo Membangun Serpong Garden Apartment

Serpong Garden Apartment – China State Construction adalah sebuah perusahaan asal Republik Rakyat Tiongkok yang bergerak di sektor manufaktur. Fokus utama China State Construction adalah industri jasa konstruksi. Pada tahun 2014, China State Construction mendapatkan penjualan sebesar AS$88,1 miliar dengan total keuntungan AS$2,5 miliar.

Pada tahun yang sama, China State Construction menempati peringkat ke-223 dalam daftar Global 2000, sebuah daftar perusahaan terbesar di dunia yang diperingkat oleh majalah bisnis Forbes, dengan total nilai pasar (market value) AS$14 miliar dan total aset sebesar AS$123,4 miliar.

CSCEC Strait atau China Strait Construction and Development Co., Ltd adalah perusahaan regional yang berkantor di Fuzhou, Provinsi Fujian. CSCEC juga merupakan anak perusahaan milik BUMN China State Construction Engineering Corp. Ltd yang dikenal sebagai perusahaan konstruksi dan infrastruktur terbesar di China juga dunia.

Berdiri sejak 1952, CSCEC Strait telah menjadi kontraktor bagi banyak gedung bertingkat dan infrastruktur di kota Fuzhou dan wilayah lainnya. Mulai dari Haixi Commercial Building yang merupakan salah satu office tower tertinggi di Fuzhou yakni mencapai 173,9 meter, proyek jalan barat laut Langqi Huandao yang memiliki panjang 8,8 kilometer, hingga Fuzhou Strait Olympic Sports Center dengan luas area bangunan 733 ribu meter persegi.

“Di Indonesia sedang mengerjakan satu proyek di Jakarta. Berusaha untuk menjalin hubungan dengan pemerintah Indonesia, dengan perusahaan konstruksi atau pihak swasta di Indonesia,” terang Wakil CEO CSCEC Strait Fuzhou, Lin Xiangwu, saat berdiskusi dengan wartawan di kantor CSCEC Strait di Fuzhou, Provinsi Fujian, “CSCEC mempunyai keyakinan terhadap pasar Indonesia,” imbuhnya.

General Manager CSCEC Strait untuk perwakilan kantor di Indonesia, Liu Yueyun, menambahkan bahwa sejumlah keunggulan akan dibawa CSCEC Strait untuk menjadikan Indonesia sebagai pasar utama di Asia Tenggara. Keunggulan itu mulai dari pengembangan, infrastruktur, arsitektur hingga properti. Lingkup bisnis CSCEC Strait sangat luas, mulai dari layanan kontraktor rekayasa konstruksi, pembangunan gedung dengan segmen high-end, survei dan desain, perencanaan serta konsultasi dan sebagainya.

“Keunggulan komprehensif. Tidak hanya pembangunan, tapi juga arsitektur. Ada keunggulan teknologi, banyak pengalaman membangun stadion, gedung-gedung besar, banyak (menerima) penghargaan juga,” jelas Liu.

Untuk target atau nilai proyek di Indonesia, pihak CSCEC mengaku belum mematok target tertentu. Namun pendapatan perusahaan ini tahun 2015 lalu mencapai 19,2 miliar RMB (Renminbi) atau sekitar US$ 3 miliar. Profit tahun lalu mencapai 0,7 miliar RMB.Sedangkan target pendapatan perusahaan untuk tahun ini mencapai 23 miliar RMB, dengan target profit sekitar 0,8 miliar RMB.

Saat ini, CSCEC Strait tengah mengerjakan proyek Sudirman 7.8 yang merupakan proyek business-to-business dengan sebuah perusahaan Indonesia. Sudirman 7.8 masih dalam pengerjaan sejak tahun lalu dan nantinya akan menjadi gedung perkantoran. Proyek di kawasan Sudirman ini merupakan proyek percontohan di Indonesia yang dimulai sejak tahun lalu.

“Untuk sekarang mengerjakan proyek di Jakarta sebagai showroom, untuk mengenalkan CSCEC Strait pada Indonesia,” sebut Lin.Turut menambahkan, penasihat senior CSCEC Strait Zhang Yanning menyebut target jangka panjang Indonesia ialah fokus pada pembangunan infrastruktur. “Targetnya bisa ikut pembangunan infrastruktur,” cetusnya.

Perlu diketahui juga, bahwa China State Construction, induk perusahaan CSCEC Strait, menduduki peringkat ke-37 terbaik dunia dari 500 perusahaan top dunia. Tahun 2015 lalu, China State Construction membukukan pendapatan US$ 130 miliar. Kemudian tahun 2016, perusahaan BUMN China ini menduduki peringkat ke-44 dalam daftar ‘2016 Global Brand Value 500’ dengan total brand value mencapai US$ 20,2 miliar.

Perusahaan ini telah menggarap banyak proyek internasional seperti Dubai Palm Island Resort (total investasi US$ 10 miliar), Bandara Internasional Hong Kong, Bandara Internasional Mauritius, menara perkantoran di Doha-Qatar dan sebagainya.

Perusahaan CSCEC Strait dan  PT Hutama Anugrah Propertindo, kolaborasi pengembang PT Harapan Inti Persada Indah dengan Karya Cipta Group, tengah membangun Serpong Garden Apartemen seluas 2,7 Ha dekat dengan Stasiun KA Cisauk, Serpong. Karena dekat akses kereta api, penghuni dapat menuju Stasiun Tanah Abang dalam waktu 40 menit sedangkan jika ingin ke CBD Sudirman, penghuni dapat menempuh hanya dalam waktu 50 menit.

PT Hutama Anugrah Propertindo, perusahaan hasil kerjasama PT Harapan Inti Persada Indah (HIPI) dan Karya Cipta Group, mengembangkan Serpong Garden Apartment yang berlokasi di kawasan Cisauk – Serpong, Banten. Di atas lahan seluas 2,7 hektar, akan dibangun 4 tower  (Tower Allamanda, Tower Bellarosa,Tower Cattleya, dan Tower Diamanta 1 dan Diamanta 2 ). yang merangkum sekitar 5000-an unit apartemen.

Untuk tahap pertama akan dipasarkan  Tower Cattleya yang terdiri dari Type Studio berukuran semi gross 20 m2 yang dipasarkan dengan harga perdana Rp 200 jutaan dan Type 2 Bedroom berukuran semi gross 33 m2 yang dipasarkan dengan harga perdana Rp 400 jutaan. Cara bayarnya ada berbagai cara yakni cash keras, tunai bertahap, dan Kredit Pemilikan Apartemen (KPA).

Komisaris Karya Cipta Group Pingki Elka Pangestu mengatakan, pihaknya melihat permintaan akan hunian vertikal berkualitas tinggi dengan harga terjangkau di lokasi strategis sangat besar, khususnya di kawasan Serpong. Pasalnya, kawasan Serpong terus berkembang pesat sebagai kawasan hunian maupun komersial. Berbagai fasilitas penunjang hidup, baik untuk memenuhi kebutuhan pokok maupun hiburan pun terus dibangun.

Serpong Garden Apartment dibangun dengan berbagai keunggulan yang cocok bagi eksekutif muda dan pasangan muda yang bekerja di Jakarta dan menginginkan gaya hidup modern yang serba praktis dan mudah. “Serpong Garden Apartment menyediakan beragam kemudahan akses transportasi menuju pusat bisnis, rekreasi, maupun fasilitas umum lainnya. Dengan akses praktis, dari apartemen ke stasiun Cisauk membuat para penghuni hanya selangkah dari jaringan kereta commuter line,” kata Pingki.

PT Hutama Anugrah Propertindo ingin menggarap hunian berorientasi angkutan atau Transit Oriented Development (TOD). Pasalnya hunian berkonsep TOD paling diminati saat ini dan di masa mendatang, terutama bagi eksekutif muda dan pasangan muda. Selain itu berkaca dari pengalaman di luar negeri setiap apartemen yang dekat dengan sarana transportasi nilai investasinya akan cepat meningkat.

“Banyak eksekutif muda yang bekerja di CBD Sudirman, Thamrin dan Kuningan Jakarta sekarang sudah menggunakan commuter line. Selain itu banyak pedagang yang juga menggunakan commuter line untuk berdagang di Tanah Abang dan Kota. Dan untuk memudahkan penghuni Serpong Garden Apartment, kami akan membangun Sky Bridge yakni akses jembatan menuju stasiun Cisauk,” jelas Pingki.

Lokasi Serpong Garden Apartment juga dekat dengan akses tol yakni Pondok Indah (Selatan) dan Kebon Jeruk (Barat). Selain itu akan terhubung langsung dengan Pusat Bisnis dan Pasar Modern, rencana akses langsung ke Terminal Intermoda Serpong yang akan menghubungkan lokasi apartemen ke sekitar Serpong dan juga ke Jakarta dan Bekasi dengan menggunakan angkutan kota dan bus.

Serpong Garden Apartment melalui stasiun Cisauk juga akan terhubung secara langsung melalui jalur pejalan kaki (JPO) ke jantung kawasan perkotaan Cisauk Serpong. Dengan demikian para penghuni Serpong Garden Apartment hanya selangkah ke pusat pelayanan masyarakat (komersial, sosial dan pemerintahan) disekitarnya maupun dengan tenang bisa menglaju (commuter) ke simpul-simpul kegiatan kota lainnya seperti Dukuh Atas, Tanah Abang, Palmerah, Bintaro maupun Tigaraksa, Maja hanya dalam “beberapa” langkah.

Dalam waktu dekat pada tahun ini CSCEC dan Pt.Hutama Anugrah Propertindo selaku Developer Serpong Garden Apartment yang berlokasi di Cisauk akan segera memulai pekerjaan konstruksi pembangunan Apartment Serpong yang berkonsep Transit Oriented Development pertama kali di tangerang. Tower Apartment yang akan dibangun berjumlah 5 Tower, antaranya Tower Pertama yaitu Tower Cattleya yang berjumlah 1500unit yang saat ini sudah terjual 90%, Tower Kedua Yaitu Tower Bellerosa yang berjumlah 750 Unit dan sudah hampir terjual semuanya yang berkonsep Jepang dengan berbagai fasilitas jepang. Setelah itu akan segera dipasarkan Tower ke tiga yaitu Tower Diamanta yang akan bergaya Resort yang dikelilingi Danau dan suasana alam yang hijau dan pegunungan.

 

Bagikan