Serpong garden apartemen

Serpong Garden Apartment – PT Hutama Anugrah Propertindo, perusahaan hasil kerja sama PT Harapan Inti Persada Indah dan Karya Cipta Group optimistis, bisnis properti di tahun ini akan jauh lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

Karena itu, perseroan yakin, penjualan unit Serpong Garden Apartemen (Segar), yang berlokasi di kawasan Cisauk-Serpong, dapat baik di 2017 ini. Rencananya, Segar akan dimulai pembangunannya (ground breaking) pada kuartal kedua 2017, dan akan mulai diserahterimakan secara bertahap pada kuartal pertama 2020.

Serpong garden apartemen

Serpong Garden Apartemen – Komisaris Karya Cipta Group, Pingki Elka Pangestu, seperti dikutip dari keterangannya, Senin 16 Januari 2017, mengungkapkan, tahun ini PT Hutama Anugrah Propertindo menargetkan dapat meraih penjualan sebesar Rp800 miliar.

“Kami akan berusaha target yang kami tetapkan tercapai. Banyak faktor yang bisa mendukung pencapaian target tersebut. Selain banyaknya kebijakan pro pasar yang dikeluarkan pemerintah, banyaknya keunggulan yang dimiliki Serpong Garden Apartment akan mendukung penjualan di 2017,” ujarnya.

Grand launching, sekaligus pemilihan unit di Tower Cattleya Serpong Garden Apartemen sudah digelar. Masyarakat, menurutnya, terlihat sangat antusias dengan Tower Cattleya apartemen ini.

“Respons masyarakat sangat baik terhadap proyek Serpong Garden Apartemen. Mereka melihat banyaknya keunggulan yang dimiliki Serpong Garden Apartemen akan menguntungkan para pembeli, baik end user maupun investor. Saat ini, Tower Cattleya yang terdiri dari sekitar 1.500-an unit sudah terjual 100 persen,” ungkap Direktur Utama Karya Cipta Group, Subianto Satmaka.

Subianto menjelaskan, Serpong Garden Apartemen dibangun di atas lahan seluas 2,7 hektare, terdiri dari empat tower, yaitu Tower Allamanda, Tower Belladona, Tower Cattleya, dan Tower Dahlia dengan luas total lantai bangunan mencapai 171 ribu meter persegi, dengan total unit sekitar 5.000-an unit apartemen.

Serpong Garden Apartemen akan dibangun dalam beberapa tahapan dengan masa pengembangan selama lima tahun. Rencananya Serpong Garden Apartemen akan dimulai pembangunannya (ground breaking) pada kuartal kedua 2017, dan akan mulai diserahterimakan secara bertahap pada kuartal pertama 2020.

Untuk menyambut animo konsumen, PT Hutama Anugrah Propertindo akan segera memasarkan Tower Belladona sebanyak 763 unit yang terdiri dari dua tipe, yakni Tipe Studio berukuran 20 m2 (semi gross) dan Tipe dua Bedroom berukuran 33 m2 (semi gross).

“Selain dirancang lebih eksklusif, Tower Belladona memiliki kelebihan antara lain taman, liftnya lebih cepat, modern retail dan watter park/team park. Kami pasarkan dengan harga terjangkau bagi eksekutif muda dan pasangan muda. Untuk tipe studio, bisa dibeli menggunakan fasilitas KPA (kredit pemilikan apartemen) dengan cicilan sekitar Rp2 jutaan per bulan. Sedangkan untuk type dua bedroom, sekitar Rp4 jutaan per bulan,”  kata Subianto.

Memiliki akses langsung ke stasiun Cisauk

Melalui Serpong Garden Apartment, tambah Pingki, PT Hutama Anugrah Propertindo ingin menggarap hunian berorientasi angkutan, atau Transit Oriented Development (TOD). Sebab, hunian berkonsep TOD paling diminati saat ini dan di masa mendatang, terutama bagi eksekutif muda dan pasangan muda.

Selain itu, berkaca dari pengalaman di luar negeri setiap apartemen yang dekat dengan sarana transportasi nilai investasinya akan cepat meningkat.

“Banyak eksekutif muda yang bekerja di CBD Sudirman, Thamrin, dan Kuningan Jakarta, sekarang sudah menggunakan commuter line. Selain itu, banyak pedagang yang juga menggunakan commuter line untuk berdagang di Tanah Abang dan Kota. Dan, untuk memudahkan penghuni Serpong Garden Apartment, kami akan membangun Sky Bridge, yakni akses jembatan menuju stasiun Cisauk,” jelas Pingki.

Pingki mengatakan, perencanaan tata ruang kawasan, di mana Serpong Garden Apartment berada, memang digagas untuk pengembangan kawasan perkotaan terpadu, lengkap dengan rencana jaringan infrastruktur dan transportasi antarkotanya. Sehingga, dari awal sudah berwawasan TOD yang sekarang sedang diterapkan di beberapa kawasan metropolitan Jakarta bersama-sama dengan pembangunan MRT, LRT, busway, dan kereta api komuter.

”Dengan terus dikembangkannya double track KA Jabodetabek Tigaraksa ke Maja maupun juga jalan tol Serpong ke Tigaraksa, akan berdampak kepada pola pengembangan permukiman di Kabupaten Tangerang, Banten, sehingga akan terbentuk simpul-simpul kegiatan baru di sepanjang koridor infrastruktur ini,” ujar Pingki.

Kawasan Cisauk, kata Pingki, adalah salah satu “emerging urban centre, atau simpul perkotaan yang akan dikembangkan dengan TOD. Dimulai dengan peningkatan fungsi stasiun Cisauk, bukan saja sebagai simpul transportasi, tetapi menjadi pusat kegiatan perkotaan yang langsung terhubung dengan sarana tranportasi antar-moda, pusat perbelanjaan, perniagaan, pendidikan, dan pemukiman berskala kota.

Jakarta, sebagai kota metropolitan, dalam beberapa tahun belakang ini telah melihat pemukiman terpadu disekitar simpul-simpul transportasi kota seperti Serpong, Bintaro, dan Depok maupun di Pondok Indah, Ciledug, Cibubur, yang segera akan mempunyai sarana trasportasi umum yang baru.

Serpong Garden Apartment melalui stasiun Cisauk juga akan terhubung secara langsung melalui jalur pejalan kaki (JPO) ke jantung kawasan perkotaan Cisauk Serpong. Dengan demikian, para penghuni Serpong Garden Apartment hanya selangkah ke pusat pelayanan masyarakat (komersial, sosial dan pemerintahan) di sekitarnya maupun dengan tenang bisa melaju (commuter) ke simpul-simpul kegiatan kota lainnya seperti Dukuh Atas, Tanah Abang, Palmerah, Bintaro maupun Tigaraksa, Maja hanya dalam “beberapa” langkah.

Gagasan pengembangan Serpong Garden Apartment, merupakan perwujudan awal dari konsep “Integrated Sub Urban Development”, atau pengembangan pemukiman pinggiran kota terpadu dalam konteks pengembangan metropolitan Jakarta berbasis transportasi. “Ini adalah kesempatan bagi para konsumen di Jakarta untuk berinvestasi, sekalian menjadi bagian dari masa depan yang bebas dari ‘urban-stress’ yang sekarang dijalankan oleh para penglaju setiap hari,” kata Pingki.

Lokasi Serpong Garden Apartment juga dekat dengan akses tol, yakni Pondok Indah (Selatan) dan Kebon Jeruk (Barat). Selain itu, akan terhubung langsung dengan Pusat Bisnis dan Pasar Modern, rencana akses langsung ke Terminal Intermoda Serpong, yang akan menghubungkan lokasi apartemen ke sekitar Serpong dan ke Jakarta dan Bekasi, dengan menggunakan angkutan kota dan bus.

Dalam mengembangkan Serpong Garden Apartment, yang menelan investasi Rp2 trilun, PT Hutama Anugrah Propertindo menggandeng sejumlah konsultan perencana ternama yang memiliki reputasi tinggi. Antara lain, PT Megatika International (Arsitektur), PT Ketira Engineering Consultants (Struktur), PT Best Manajemen Indonesia (MEP), PT Exkortima Consultant Abadi (QS), CV Lestari Unggul Persada (Andal).

Bagikan