Serpong Garden Apartment

Serpong Garden Apartemen

Dalam operasionalisasinya  dan untuk mensinergikan setiap elemen transportasi publik yang ada, MRT mengembangkan konsep Transit Oriented Development (TOD) di beberapa stasiunnya. Untuk fase 1, ada empat stasiun yang masuk ke dalam rencana induk pengembangan tersebut, yaitu Stasiun Cipete Raya dan Stasiun Istora yang akan bekerja sama dengan pemilik lahan properti, Stasiun Blok M yang terintegrasi dengan terminal bus, pusat hiburan, dan taman kota, serta Stasiun Dukuh Atas yang beririsan dengan layanan transportasi publik lainnya, yaitu jalur komuter (commuterline), kereta Bandara Soekarno-Hatta, halte bus Transjakarta, stasiun Light Rail Transit (LRT), dan circular 

Serpong Garden Apartemen

Sebagian dari konstruksi jalur MRT Jakarta merupakan struktur layang (Elevated) yang membentang ±10 km; dari wilayah Lebak Bulus hingga Sisingamangaraja. Dari rute tersebut, terdapat 7 Stasiun Layang, yaitu Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete Raya, Haji Nawi, Blok A, Blok M dan Sisingamangaraja. Sementara Depo kereta api dibangun di area Lebak Bulus, berdekatan dengan stasiun awal/akhir Lebak Bulus. Seluruh stasiun penumpang dan lintasan dibangun dengan struktur layang yang berada di atas permukaan tanah, sementara Depo kereta api dibangun di permukaan tanah (on ground).

Konstruksi bawah tanah (Underground) MRT Jakarta membentang ±6 km, yang terdiri dari terowongan MRT bawah tanah dan enam stasiun MRT bawah tanah, yang terdiri dari Stasiun Senayan, Istora, Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas, Bundaran Hotel Indonesia. Metode pengerjaan konstruksi bawah tanah menggunakan TBM (Tunnel Boring Machine) tipe EPB (Earth Pressure Balance Machine), dengan pembagian koridor paket pengerjaan terbagi menjadi tiga: CP 104, CP 105 dan CP 106.

pedestrian bridgeagar pejalan kaki dapat terhubung dengan seluruh moda raya terpadu tersebut.

Bagikan